DMM Group

Manajemen Risiko

PT Digital Mediatama Maxima Tbk

Manajemen Risiko
Perseroan melaksanakan Manajemen Risiko dengan:

1. Pengawasan yang aktif dari Dewan Komisaris dan Direksi atas seluruh kinerja dan
aktivitas Perseroan.

2. Melakukan evaluasi, pembaharuan dan pengadaan kebijakan-kebijakan, peraturan
dan Standard Operating Procedure (SOP).

3. Melakukan identifikasi, pengukuran serta pemantauan potensi-potensi risiko yang
dihadapi oleh Perseroan.

4. Penerapan sistem informasi manajemen dalam hal pengendalian internal yang
menyeluruh.

Perseroan dalam menerapkan pengendalian risikonya, ditujukan untuk memperoleh
efektivitas dari kinerja Perseroan termasuk didalamnya pengelolaan terhadap risiko pasar
dan risiko kredit. Dengan demikian setiap keputusan yang diambil selalu mengacu pada
hasil analisa atas hasil dari penerapan pengelolaan risiko Perseroan.

Kepatuhan dan proses pengendalian internal dipantau melalui rambu-rambu SOP (Standard
Operating Procedure) yang telah ditetapkan oleh Perseroan.

Manajemen Risiko Keuangan

Risiko Pasar
Risiko pasar adalah risiko dimana nilai wajar dari arus kas masa depan dari suatu instumen
keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Grup dipengaruhi oleh risiko
pasar, terutama risiko tingkat suku bunga.

Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga adalah risiko dalam hal nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang
dari suatu instrumen keuangan akan terpengaruh akibat perubahan suku bunga pasar.
Eksposur Grup yang terpengaruh risiko suku bunga terutama terkait dengan bank, deposito
yang dibatasi penggunaannya dan utang pembiayaan. Grup memonitor secara ketat
fluktuasi suku bunga pasar dan ekspektasi pasar sehingga dapat mengambil langkah-
langkah yang paling menguntungkan Grup Secara tepat waktu. Manajemen tidak
menganggap perlunya melakukan swap suku
bunga saat ini.

Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa pihak ketiga tidak akan memenuhi liabilitasnya
berdasarkan instrumen keuangan atau kontrak pelanggan, yang menyebabkan kerugian
keuangan. Risiko kredit terutama berasal dari kas dan bank, piutang usaha – pihak ketiga,
piutang lain-lain – pihak ketiga dan pihak berelasi, deposito yang dibatasi penggunaannya
dan piutang pihak berelasi – jangka panjang.
Risiko kredit yang berasal dari piutang usaha dan piutang lain-lain dikelola oleh manajemen
Grup sesuai dengan kebijakan, prosedur, dan pengendalian dari Grup yang berhubungan
dengan pengelolaan risiko kredit pelanggan dan piutang lain-lain.
Batasan kredit ditentukan untuk semua pelanggan berdasarkan kriteria penilaian secara
internal. Saldo piutang pelanggan dimonitor secara teratur oleh manajemen dan untuk bank,
Grup meminimalkan risiko kredit dengan melakukan penempatan pada lembaga keuangan
yang bereputasi.

Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas merupakan risiko dalam hal Perseroan tidak dapat memenuhi liabilitas pada
saat jatuh tempo. Manajemen melakukan evaluasi dan pengawasan yang ketat atas arus
kas masuk dan kas keluar untuk memastikan tersedianya dana untuk memenuhi kebutuhan
pembayaran liabilitas tepat waktu.
Risiko yang disajikan berikut ini telah disusun berdasarkan bobot risiko yang akan memiliki
dampak paling besar hingga dampak paling kecil bagi Perseroan. Sama halnya dengan
bidang usaha lainnya, dalam menjalankan usahanya Perseroan juga tidak terlepas dari
risiko-risiko baik secara mikro maupun makro yang mungkin dapat mempengaruhi hasil
usaha dan laba Perseroan apabila tidak diantisipasi dan dipersiapkan penanganannya
dengan baik. Risiko yang akan diungkapkan dalam uraian berikut merupakan risiko usaha
yang bersifat material baik secara langsung maupun tidak langsung yang dapat
mempengaruhi hasil usaha dan kondisi keuangan Perseroan.

1. Risiko Utama
Risiko Teknologi
Perseroan masih dapat menghadapi persaingan dikarenakan teknologi yang saat ini sedang
dikembangkan atau yang akan dikembangkan di masa yang akan datang. Pengembangan
atau penerapan teknologi, jasa atau standar baru atau alternatif di masa depan dapat
mengakibatkan perubahan yang signifikan terhadap model bisnis, penggunaan fasilitas atau
peralatan baru, pengembangan produk baru dan penambahan layanan Perseroan, serta
investasi substansial baru oleh Perseroan.
Perseroan tidak dapat memprediksi secara akurat bagaimana perubahan teknologi di masa
mendatang akan mempengaruhi operasi Perseroan atau daya saing fasilitas atau produk
Perseroan. Perseroan tidak bisa menjamin bahwa teknologi Perseroan dihadapi kompetisi
dari teknologi-teknologi baru di masa depan, atau bahwa Perseroan akan mampu untuk
memiliki teknologi baru yang diperlukan untuk bersaing dalam keadaan yang telah berubah
dalam kondisi komersial yang dapat diterima, khususnya di bidang Cloud Content
Management dan Jaringan Telekomunikasi karena dengan adanya pertumbuhan teknologi
di bidang Cloud Content Management dan Jaringan Telekomunikasi, dimungkinkan untuk
memberikan hambatan untuk kelanjutan kelangsungan operational layanan perseroan di
bidang Cloud Content Management.
Upaya Perseroan untuk mengantisipasi perubahan teknologi dalam mempengaruhi operasi
dan daya saing Perseroan adalah dengan terus melakukan inovasi teknologi melalui
departemen riset dan pengembangan. Inovasi teknologi ini dilakukan di segala lini (hulu,
pengayaan dan Analisa dan hilir) dengan terus mengikuti dan mengadopsi perkembangan
teknologi mutakhir yang tepat sasaran. Melalui inovasi berkelanjutan di segala lini,
Perseroan berupaya untuk terus menyediakan pelayanan terbaik dengan teknologi teranyar
yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi.

2. Risiko Usaha Yang Bersifat Material Baik Secara Langsung Maupun Tidak
Langsung Yang Dapat Mempengaruhi Hasil Usaha Dan Kondisi Keuangan

Perseroan
A. Risiko Tenaga Kerja
Tenaga Kerja merupakan salah satu faktor penting bagi perseroan terutama untuk ekspansi
ekosistem platform Cloud Content Management pada pelanggan serta untuk operasional
dan pemeliharaannya. Untuk itu Perseroan menerapkan strategi retensi kepegawaian berkelanjutan di antaranya sistem kompensasi dan bonus yang kompetitif serta penyediaan
lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif.

B. Risiko Persaingan Usaha
Persaingan yang dihadapi oleh Perseroan muncul dari beberapa jenis perusahaan di bidang
sistem integrasi dan perusahaan penyedia kontrak servis lainnya. Untuk menghadapi
persaingan ini, Perseroan menjaga dan mengembangkan keunggulan kompetitif Perseroan
dalam hal sebagai penyedia platform Cloud Content Management yang otentik, inovatif
dengan solusi ekosistem end-to-end dengan cakupan layanan berskala nasional, sehingga
memberikan kenyamanan bagi pelanggan untuk bisa mendapatkan layanan One Stop
Solution berskala nasional. Selain itu perseroan juga melakukan strategi pemasaran
berkelanjutan yang inovatif dan agresif.

C. Risiko Investasi atau Aksi Korporasi
Risiko investasi atau aksi korporasi adalah risiko yang ditimbulkan akibat dari aksi korporasi
yang dilakukan atau yang akan dilakukan Perseroan yang berdampak langsung terhadap
investor atau pemegang saham. Keputusan investasi atau ekspansi yang tidak tepat dapat
menimbulkan dampak negatif terhadap kinjera Perseroan dan mempengaruhi penilaian
investor. Untuk itu dalam aksi korporasi, Perseroan akan melakukan Analisa komprehensif
yang mendalam sebelum melakukan keputusan investasi.

D. Risiko Pasokan
Risiko Pasokan adalah ketergantungan perseroan dengan pemasok dalam penyediaan
perangkat keras sebagai pendukung segmen usaha managed service dan infrastructure as
a service, oleh karena itu upaya yang dilakukan oleh Perseroan untuk menjaga
kesinambungan pasokan perangkat keras dengan memiliki dan menjaga hubungan dengan
multi-supplier sehingga mengurangi ketergantungan pada single-supplier.

E. Risiko Kegagalan Memenuhi Peraturan Perundang-undangan yang Berlaku dalam
Industri
Peraturan perundang – undangan yang berlaku pada bisnis emiten sudah terpenuhi secara
keseluruhan bidang usaha emiten saat ini, dan emiten akan terus memenuhi peraturan
perundang – undangan yang berlaku dan perkembangan perundang – undangan di masa
mendatang.

3. Risiko Umum

A. Risiko Bencana Alam dan Kecelakaan Kerja
Bencana Alam dan Kecelakaan kerja di lapangan tidak bisa dihindari, karena sangatlah sulit
untuk memprediksi bencana alam dan kecelakaan kerja yang tidak disengaja, oleh karena
itu Bencana Alam dan Kecelakaan kerja di lapangan bisa menimbulkan resiko berhentinya
operasional layanan dan kerusakan infrastruktur layanan di lokasi konsumen maupun di
lokasi terpusat sehingga bisa menghambat operasional Perseroan dan konsumen. Oleh
sebab itu, Perseroan melakukan tindakan pencegahan resiko berupa mengasuransikan
infrastruktur operasional perseroan dan mengaplikasikan system backup. server dan
disaster recovery system.

B. Risiko Kebijakan Pemerintah
Operasi usaha Perseroan juga tidak terlepas dari hukum dan konstitusi yang ditetapkan oleh
pemerintah dimana aturan reklame pemerintah untuk larangan pada produk tertentu bisa
menimbulkan resiko berkurangnya konsumen perseroan yang terkena dampak aturan
reklame, contohnya terdapat pada aturan reklame rokok. Jika Pemerintah merevisi ataupun
mengganti peraturan makan kegiatan bisnis Perseroan dapat terganggu. Oleh sebab itu,
upaya Perseroan untuk mengatasi risiko ini adalah dengan melakukan diversifikasi segmen
konsumen, dimana konsumen usaha Perseroan terdiri dari bermacam-macam segmen pasar dan usaha untuk mengurangi resiko berkurangnya pendapatan bila terjadi aturan
pemerintah yang merugikan salah satu segmen konsumen.

C. Risiko Tuntutan atau Gugatan Hukum
Perseroan menghadapi risiko tuntutan atau gugatan hukum dari pihak pelanggan atau pihak
ketiga apabila terjadi kesalahan distribusi konten dan wanprestasi level pelayanan. Untuk itu
untuk meminimalisir risiko tuntutan atau gugatn hukum dari pihak – pihak terkait, Perseroan
melakukan standar prosedur kerja serta pengawasan bahwa kewajibannya terhadap pihak –
pihak tersebut terpenuhi dengan baik.

D. Risiko Kondisi Perekonomian Secara Makro atau Global
Kondisi perekonomian secara makro atau global bisa memberikan dampak terhadap
pelanggan maupun potensial kandidat pelanggan perseroan untuk menunda atau
mengurangi penggunaan solusi dari perseroan. Untuk mengatasi resiko tersebut, perseroan
selalu berusaha mengembangkan sumber penghasilan berulang berupa kontrak operasional
pengelolaan konten dan sewa pakai infrastruktur untuk jangka menengah panjang.
Perseroan juga berusaha memiliki perjanjian menengah panjang untuk menjaga
kelangsungan pendapatan berulang yang lebih terjamin dari resiko kondisi perekonomian
secara makro atau global.

E. Risiko Perubahan Kurs Valuta Asing
Perubahan kurs valuta asing beresiko untuk menyebabkan kenaikan biaya barang
dagangan dan perangkat pendukung, di mana resiko ini bisa meyebabkan pelanggan
maupun potensial kandidat pelanggan perseroan untuk menunda atau mengurangi
penggunaan solusi perseroan.
Untuk mengatasi hal ini, perseroan berusaha untuk mencegah dampak material dengan
mengikat dukungan barang dagangan dari pemasok dan mengikat pelanggan melalui
perjanjian kerja sama untuk jangka waktu menengah panjang. Selain itu , seluruh transaksi
perseroan dilakukan dalam mata uang rupiah selain itu perseroan memiliki kontrak harga
dengan pemasok berdasarkan proyek yang berjalan.

F. Risiko Ketentuan Negara Lain atau Peraturan Internasional
Karena perseroan memilik platform layanan yang bisa menggunakan banyak merek
ekonsistem audio visual pendukung, maka resiko untuk berhentinya pasokan dari negara
lain sepertinya bisa teratasi dengan adanya multi pemasok dari beberapa negara asal.